Prawira Putra Brahmanda

Just another WordPress.com site

Contoh Penelitian tindak Kelas (PTK)

Posted by Prawira Nak Unmas pada 21 Januari 2011

anda ingin file ini secara utuh, silahkan Download di sini

1. Latar Belakang

Ada ungkapan umum yang sering kita dengar untuk menyatakan makna penting bertanya yaitu : “Malu bertanya sesat di jalan”. Sesungguhnya ungkapan tersebut mempunyai makna yang sangat mendalam dan luas. Makna penting dari ungkapan itu bahwa bertanya pada prinsipnya adalah menggali pengetahuan, karena bertanya juga merupakan aktifitas berpikir. Seorang yang mengajukan pertanyaan pada hakekatnya adalah ada yang ingin diketahui.

Muhamad Nur (2001 : 49) mengatakan bahwa untuk menguatkan, memotivasi dan mempertahankan rasa ingin tahu, maka sebaiknya guru mengetahui secara mahir berbagai macam cara yang dapat dilakukan terutama di saat pembelajaran itu berlangsung.

Nurhadi (2004 : 46) mengatakan bertanya adalah suatu strategi yang digunakan secara aktif oleh siswa atau/warga belajar untuk menganalisis dan mengeksplorasi gagasan-gagasan, bertanya dapat dimotivasi oleh 6 kebutuhan untuk mendapatkan informasi tentang maksud atau oleh keingin tahuan atau kebutuhan untuk mengetahui sesuatu.

Dengan demikian ketrampilan bertanya bagi warga belajar akan dapat mengembangkan potensi keingin tahuannya terhadap ilmu pengetahuan, dengan cara bertanya maka sangatlah penting ditanamkan ketrampilan bertanya sebagai cara belajar.

Berkaitan dengan cara belajar dalam pendidikan nonformal pembelajaran adalah merupakan sesuatu yang amat penting untuk diketahui oleh para tutor dan wajib belajar termasuk cara belajar dengan methode bertanya. Berdasarkan pengalaman sering terjadi tutor mengabaikan cara belajar untuk memudahkan warga belajar memperoleh pengetahuan akibatnya banyak warga belajar tidak mampu menyerap pengetahuan dalam proses pembelajaran yang disajikan oleh tutor. Sehingga di sinilah peran tutor sebagai mediator membimbing warga belajar dalam proses pembelajaran menjadi efektif dan efisien.

Berdasarkan studi pendahuluan diperoleh data rendahnya prestasi belajar warga belajar disebabkan beberapa faktor :

a.       Warga belajar belum memiliki pengetahuan dasar yang cukup.

b.      Belum memiliki pemahaman cara belajar yang efektif.

c.       Masih adanya rasa malu di kalangan warga belajar untuk bertanya.

Berangkat dari faktor-faktor dasar tersebut, maka permasalahan yang akan dijawab lewat penelitian ini adalah permasalahan yang no. b, yaitu : warga belajar belum memiliki cara belajar yang efektif, maka warga belaajr perlu diberikan pengetahuan dasar sebagai landasan belajar. Pemberian pengetahuan dasar tersebut semata untuk memberikan dasar bagi peserta wajib belajar dalam mengungkapkan pertanyaan sebagai cara belajar yang efektif.

Proses pembelajaran dengan cara belajar melalui bertanya terbimbing, adalah merupakan salah satu cara belajar yang menekankan pada proses belajar melalui bertanya secara berkelanjutan sehingga warga belajar memperoleh pengetahuan yang utuh dalam suatu materi tertentu.

Dalam penelitian ini, yang enjadi obyek penelitian adalah cara belajar dengan tehnik belajar terbimbing. Sedangkan untuk memberikan pengetahuan dasar warga belajar diberikan teks ringkas, dan teks tersebut di buat mengacu pada materi yang menjadi topik pembahasan.

Dengan cara belajar memberikan pengetahuan dasar dan bertanya terbimbing, warga belajar diharapkan lebih meningkat motivasinya untuk belajar. Peningkatan motivasi berarti sebagai pertanda awal ada rasa cinta untuk belajar, rasa cinta untuk belajar akan berdampak pada peningkatan hasil belajar. Dengan demikian penelitian ini dipilih dalam pembelajaran menggunakan pendekatan cara belajar bertanya terbimbing.

Berpedoman pada hasil identifikasi diatas, maka terdapat dua masalah yang sangat mendasari pertama pembina pengetahuan dasar, dan kedua pemahaman cara belajar melalui cara bertanya terbimbing.pendekatan bertanya terbimbing sebagi suatu cara belajar, berarti yang diutamakan cara-cara belajar melalui proses bertanya secara mendalam. Sehingga peranan tutor adalah mengarahkan warga belajar agar dapat memunculkan respon warga belajar menemukan pertannyaan berantai sebagai pendalam materi. Pertanyaan berantai berfungsi untuk mengungkap inti pengetahuan yang terkandung secara utuh pada setiap topik kajian.

2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebagai inti permasalahan diatas, maka masalah dirumuskan sebagai berikut :

1.      Apakah pembelajaran PKn dengan pendekatan bertanya terbimbing, dapat meningkatkan hasil belajar warga belajar Kelas III Paket B PKBM Gunaraksa Sari Desa Gunaksa.

3. Tujuan Penelitian

1.      Untuk meningkatkan hasil belajar PKn dengan pertanyaan dan pendekatan bertanya terbimbing warga belajar Kelas III Paket B PKBM Gunaraksa Sari Desa Gunaksa.

4. Manfaat Penelitian

1.      Secara Teoritis

Hasil penelitian dapat dijadikan landasan dalam peningkatan mutu pembelajaran terutama di kalangan tutor dalam pendidikan non formal.

2.      Secara Praktis

1.      Bagi warga belajar, hasil belajar dapat memperkaya chasanah cara belajar untuk meningkatkan prestasi belajar

2.      Bagi Tutor atau pendidik, hasil penelitian ini berguna untuk memperkaya proses pembelajaran untuk meningkatkan proses pembelajaran

3.      Bagi PKBM, hasil ini bisa digunakan memotivasi kinerja tutor dalam proses pembelajar sehingga hasil yang diharapkan bisa tercapai.

BAB II

LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS

A. Landasan Teori

1.      Teori Motivasi

Semua aktivitas manusia untuk berbuat ada motivasi yang melatar belakangi. Maslow 1954 (dalam Muhamad Nur, 2001;7) menyatakan lebih menyukai konsep motivasi untuk memenuhi kebutuhan. Motivasi adalah golongan dasar yang mengerakkan seseorang untuk bertingkah laku. Motivasi merupakan kondisi internal, tetapi dapat digerakan karena faktor eksternal.

Teori motivasi menyatakan bahwa motif sebagai daya penggerak dalam diri seorang ntuk melakukan aktivitas tertentu. (Uno, 2006;3) selanjutnya disebutkan motivasi dapat ditimbulkan karena faktor intrinsik dan ekstrinsik dan motif intrinsik lebih kuat daripada motif ekstrinsik.

2.      Teori Bertanya

Badudu (1996;1433) menyatakan bertanya berarti mengajukan sesuatu kepada lawan bicara dngan tujuan untuk mendapat jawaban tentang sesuatu yang tidak diketahui seperti, ilmu sesuatu hal suatu berita dan sebagainya. Dalam hal pembelajaran, bertanya dimaksudkan tentan pengetahuan yang sedang dipelajari oleh peserta wajib belajar. Warga belajar yang ingin memahami pengetahuan secara lebih mendalam, tentu akan bertanya berdasarkan kualitas pengetahuan yang melatarbelakangi konsep pada dirinya.

Nurhadi (2004;46) menyatakan bertanya adalah suatu strategi yang digunakan secara aktif oleh warga pelajar untuk menganalisis dan mengeksplorasi gagasan-gagasan, bertanya dapat dimotivasi oleh kebutuhan untuk mendapatkan informasi tentang maksud dan keingin tahuan atau kebutuhan untuk mengetahui sesuatu.

Membangkitkan motivasi bertanya pada warga belajar tidaklah mudah, untuk itu peserta didik atau tutor dituntut menemukan cara yang tepat, agar warga belajar merasakan ada kebutuhan bagi dirinya untuk bertanya.

Pembelajaran PKn mengembangkan methode bertanya terbimbing, bahwa melalui proses ini diharapkan warga belajar berani mengajukan pertanyaan. Proses bertanya memberi peluang bagi warga belajar untuk mengembangkan :

a) Kegiatan berpikir, b) menanggapi permasalahan, c) menilai atau mempertimbangkan, d) mengembangkan sikap atau perhatian (Depdiknas ; 1995 ; 42). Beranjak landasan tersebut, bertanya pada hakekatnya dapat mengembangkan dan membangkitkan potensi diri warga belajar agar menjadi kompetensi yang bermakna bagi dirinya. Melalui aktivitas bertanya warga belajar diharapkan dapat membentuk pengetahuan dan pengalaman baru yang dapat mencerdaskan dan mendewasakan dirinya.

Berdasarkan pengertian tentang bertanya di atas, dapat disarikan bahwa dalam proses pembelajaran bertanya merupakan suatu pertanda warga belajar ingin tahu lebih jauh tentang konsep pengetahuan yang sedang dipelajari. Rasa ingin tahu secara mendalam terhadap suatu pengetahuan menunjukkan kualitas pemahaman akan meningkat. Untuk dapat mengarahkan warga belajar kepada proses belajar yang mampu menemukan sendiri makna pengetahuan dalam kehidupannya maka warga belajar perlu dimotivasi untuk mampu mengungkapkan pertanyaan yang berkualitas.

3.      Hasil Belajar PKn

Dimiyati (2005 ; 96) menyatakan dampak pengajaran adalah hasil belajar yang segera dapat diukur yang terwujud dalam nilai rapot, nilai ujian. Dalam penelitian ini hasil belajar yang menjadi kajian adalah prestasi pada aspek pengetahuan yang segera dapat diukur. Dan untuk mengetahui hasil belajar maka alat ukur yang dipakai pedoman adalah evaluasi.

B. Kerangka Berpikir

Ada dua kata kunci untuk menjelaskan kinerja dari pembelajaran dengan bertanya terbimbing.

1)      Pendekatan Bertanya Terbimbing

Pendekatan bertanya terbimbing adalah suatu cara belajar dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan dimana dengan dasar pertanyaan, tersebut guru/tutor membimbing atau menuntun warga belajar agar muncul pertanyaan lanjutan sebagai dampak pendalaman pengetahuan terhadap suatu materi, sehingga materi dasar dipandang mutlak dipahami oleh warga belajar.

2)      Hasil Belajar

Belajar merupakan suatu proses memperoleh kemampuan ketrampilan dan sikap, hal ini diungkapkan Skinnes dalam (Anghowo, 2007 ; 47). Dalam penelitian ini hasil belajar yang diukur adalah pada aspek kognitif (pengetahuan).

Kinerja pembelajaran dengan pendekatan bertanya terbimbing dipadukan dalam metoda pembelajaran diskusi dan tanya jawab. Untuk mengefektifkan diskusi dan tanya jawab dibentuk kelompok diskusi yang jumlah anggota masing-masing kelompok kisaran 3 sampai 5 orang warga belajar. Melalui kerja kelompok tersebut tutor mengarahkan, memfasilitasi dan membimbing warga belajar bertanya secara berstruktur. Pendekatan bertanya terbimbing sebagai bentuk cara belajar yang didukung dengan teori motivasi dan teori bertanya.

Test buatan Guru/Tutor atau buku-buku yang sudah ada dapat memotivasi dan menumbuhkan respon bertanya, karena dengan dasar teks warga belajar memiliki pengetahuan dasar untuk mengembangkan pengetahuan. Demikian juga teks bisa memotivasi warga belajar bertanya secara logis. Hal ini penting sebab secara umum warga belajar masih takut dan malu untuk mengajukan pertanyaan. Lewat teks buatan tutor akan menjadi penting sebagai peletak dasar-dasar berpikir warga belajar.

C. Hipotesis Tindakan

Mengacu pada dasar-dasar teori dan kerangka berpikir dalam penelitian ini bahwa untuk memotivasi warga belajar menggunakan rasa ingin tahu dengan belajar sungguh-sungguh diperlakukan strategi tertentu dalam pembelajaran yaitu bertanya terbimbing.

Adapun hipotesis tindakan adalah bahwa “dengan Pendekatan Bertanya Terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar Pkn Warga Belajar Kelas III Paket B PKBM Gunaraksa Sari Desa Gunaksa”.

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Subyek Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas berlangsung secara naturalis dengan tanpa mengubah atau merekayasa kondisi kelas tempat penelitian. Pernyataan tersebut diperkuat Arikunto (2006 ; 23) bahwa penelitian terjadi secara wajar, tidak mengubah aturan yang sudah ditentukan, dalam arti tidak mengubah jadwal yang berlaku.

Subyek penelitian adalah warga belajar Semester Kedua Tahun Pelajaran 2007/2008 Kelas III yang berjumlah 40 orang. Secara umum kondisi kemampuan wajib belajar cukup heterogen baik dilihat dari sisi usia maupun latar belakang kehidupan mengingat warga paket merupakan limpahan dari mereka yang belum berhasil menyelesaikan studinya di jalur pendidikan formal.

Jadi bila dilihat dari segi usia sangatlah heterogen dan hal ini berpengaruh juga pada tingkat berpikirnya yang cukup jauh berbeda.

B. Sumber Data

Menurut sumbernya data dapat dibedakan dalam dua jenis yaitu data primer dan data sekunder.

Data primer adalah data yang diperoleh dari sumbernya secara langsung. Sedang data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber kedua (Netra, 1976 ; 40). Dalam penelitian ini data primer diperoleh langsung dari warga belajar Kelas III Paket B PKBM Gunaraksa Sari Desa Gunaksa yang menjadi subyek penelitian. Data utama dalam penelitian ini dikelompokkan melalui observasi dan hasil test dalam proses berlangsungnya pembelajaran.

C. Tehnik dan Alat Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini diperlukan dua tehnik pengumpulan data, yaitu : 1) tehnik observasi, alat pengumpul datanya adalah format pedoman observasi, 2) tehnik test yaitu pengumpulan data dengan menggunakan test .

D. Validasi Data

Instrumen pengumpulan data utama dalam penelitian ini adalah test hasil belajar, validasi data terhadap hasil belajar dilakukan dengan pengamatan secara cermat. Lewat pengamatan dan berpedoman pada hasil test belajar yang dikonsultasikan dengan tabel konversi nilai dan skor penilaian.

E. Metode Analisis Data

Dalam penelitian ini analisis data dilakukan lewat pendekatan induktif dan pengolahan data dengan deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh baik berupa data kuantitatif maupun dijabarkan dalam bentuk deskriptif dan disimpulkan dalam bentuk kualitatif.

Data yang telah dimasukkan ke dalam tabulasi berupa skor penilaian dikonsultasikan ke dalam pedoman kriteria.

Adapun kriteria tersebut telah disusun dalam penilaian dengan skaal sebelas. Selanjutnya dengan pedoman konversi nilai, ditentukan kedudukan tingkat pencapaian keberhasilan belajar warga belajar.

Daftar Konversi Nilai dalam Skala Sebelas

Tingkat Penguasaan Skor Perolehan Skor Standar
1.          95 – 100 % 

2.          85 –   94 %

3.          75 –   84 %

4.          65 –   74 %

5.          55 –   64 %

6.          45 –   54 %

7.          35 –   44 %

8.          25 –   34 %

9.          15 –   24 %

10.        5 –   14 %

11.        0 –     4 %

10 

9

8

7

6

5

4

3

2

1

0

Tabel 3.1 Konversi Nilai

F. Indikator Kinerja

Hasil analisis data dikonsultasikan dengan pedoman kriteria. Adapun kriteria untuk menyatakan keberhasilan penelitian ini berupa pembelajaran berpedoman pada konversi nilai dalam skala sebelas dan ketentuan penilaian yayasan PKBM.

Kriteria ketuntasan minimum sebesar 65,00 yang berarti :

a.       Warga belajar memperoleh nilai ³ 65,00 dinyatakan tuntas.

b.      Warga belajar memperoleh nilai < 65,00 dinyatakan tidak tuntas.

Selanjutnya untuk mengetahui keberhasilan atau kegagalan penerapan cara belajar dengan pendekatan bertanya terbimbing maka hasil test siklus awal dikomperasikan dengan hasil test siklus berikutnya, bila hasil test pada tindakan pembelajaran awal tidak mengalami peningkatan dibandingkan dengan siklus kedua berarti tindakan pembelajaran yang diterapkan tidak berhasil, demikian pula sebaliknya.

Dalam penelitian ini indikator kinerja adalah standar minimal nilai rata-rata warga belajar yaitu 65,00. Dengan demikian keberhasilan penerapan cara belajar dengan pendekatan bertanya terbimbing dikatakan berhasil bila hasil test mencapai rata-rata > 65,00.

G. Prosedur Penelitian

Dalam penelitian ini prosedur atau model yang digunakan seperti yang diungkapkan oleh Kurt Levin. Dalam model ini langkah-langkahnya meliputi :

1.      Perencanaan (Planning).

2.      Tindakan (Acting).

3.      Observasi (Observing).

4.      Refleksi (Refecting).

Sesuai langkah-langkah tersebut dalam penelitian ini masing-masing langkah sesuai proses pembelajaran yang menjadi obyek penelitian. Seperti yang telah diuraikan sebelumnya bahwa yang dikaji adalah pendekatan bertanya terbimbing sebagai cara belajar.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Tindakan Siklus Pertama

Pembahasan Siklus Pertama

Berpedoman pada pembelajaran yang diterapkan pada penelitian tindakan ini yaitu pendekatan terbimbing maka langkah-langkah pembelajaran adalah sebagai berikut :

1.      Sebelum kegiatan inti, terlebih dahulu warga belajar mengikuti test awal / pre test.

2.      Warga belajar diorganisir menjadi beberapa kelompok minimal 1 anggota 4 orang dan maksimal 5 orang warga belajar.

3.      Masing-masing kelompok diberi peta konsep tentang materi pelajaran dengan keterangan singkat.

4.      Berdasarkan peta konsep, warga belajar di bawah peran tutor sebagai motivator dan fasilitator untuk menyusun pertanyaan yang kemudian diajukan oleh pembicara kelompok.

5.      Berpedoman pertanyaan warga belajar tutor membimbing munculnya pertanyaan lanjutan yang diarahkan agar warga belajar mendalami pengetahuan yang dipelajari sebagai suatu keutuhan materi.

Kegiatan pada siklus pertama berpedoman pada langkah-langkah di aats, menunjukkan aktifitas warga belajar untuk menganalisa materi dan menyusun pertanyaan masih dalam batas pertanyaan. Untuk itu tutor dalam hal ini tetap memberikan bimbingan melalui proses pembelajaran bimbingan kelompok. Dan kelompok yang dibimbing adalah kelompok yang memiliki kemampuan terbaik pada pembelajaran siklus tersebut, sedang kelompok lain memperhatikan proses bimbingan. Hal ini dimaksudkan agar warga belajar lainnya dapat belajar lebih dinamis, sehingga secara bertahap dapat menyusun pemahaman yang sistimatik dan berstruktur terhadap materi yang menjadi pokok bahasan.

Dari hasil pengamatan menggambarkan bahwa satu kelompok warga belajar mampu memperoleh bahwa satu kelompok warga belajar mampu memperoleh predikat B yaitu kelompok 3 (tiga). Sehingga kelompok tiga memperoleh penghargaan untuk membimbing kelompok lainnya dalam menyusun pertanyaan dan simpulan dari materi yang mengarah pada penguatan secara utuh dan menyeluruh.

Makna dari penghargaan itu adalah pertama warga belajar yang telah berhasil dapat menyempurnakan hasil diskusi yang telah dicapai, kedua menguatkan kembali pengetahuan yang telah dikuasai dari hasil bertanya terbimbing yang difasilitasi dan dimotivasi oleh tutor pembimbing.

Ketiga merupakan cara belajar tutor sebaya yang dilakukan secara berkelompok, keempat warga belajar dilatih mandiri dan bekerja sama antar kelompok, sehingga menumbuhkan rasa kepemimpinan dalam belajar. Sedangkan terhadap kelompok dan yang belum meraih prestasi tertinggi, selalu dimotivasi untuk bersaing antar kelompok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: